Statistika adalah cabang matematika yang berhubungan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Dalam praktiknya, statistika terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Keduanya memiliki peran penting dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis, penelitian ilmiah, hingga pengambilan keputusan di kehidupan sehari-hari.
Statistika deskriptif berfokus pada teknik-teknik untuk menggambarkan dan meringkas data. Data yang dikumpulkan dari populasi atau sampel dapat direpresentasikan dalam bentuk tabel, grafik, atau ukuran numerik untuk memberikan gambaran umum tentang dataset tersebut.
Ukuran pemusatan menggambarkan nilai tengah dari dataset dan memberikan gambaran mengenai lokasi umum data. Tiga ukuran pemusatan yang umum digunakan adalah:
Sebagai contoh, jika kita memiliki data pendapatan dari sekelompok individu, mean akan memberikan gambaran tentang pendapatan rata-rata, median akan menunjukkan pendapatan di tengah distribusi, dan modus akan menunjukkan pendapatan yang paling sering diterima oleh individu dalam kelompok tersebut.
Selain pemusatan, penting untuk memahami bagaimana data tersebar atau bervariasi. Beberapa ukuran penyebaran yang sering digunakan meliputi:
Ukuran penyebaran membantu memahami apakah data tersebar secara luas atau terpusat di sekitar nilai tertentu. Sebagai contoh, dalam pengukuran suhu harian, standar deviasi yang rendah menunjukkan bahwa suhu harian cenderung stabil, sementara standar deviasi yang tinggi menunjukkan variasi yang besar.
Grafik adalah cara visual untuk menampilkan data dan hubungan antar variabel. Beberapa jenis grafik yang umum digunakan dalam statistika deskriptif meliputi:
Grafik membantu memberikan pemahaman yang cepat dan intuitif tentang pola dalam data, seperti distribusi, tren, dan penyimpangan.
Berbeda dengan statistika deskriptif, statistika inferensial melibatkan pembuatan kesimpulan atau prediksi tentang populasi berdasarkan sampel data. Tujuan utamanya adalah untuk menggeneralisasi temuan dari sampel ke populasi yang lebih besar. Statistika inferensial digunakan ketika tidak mungkin untuk mengumpulkan data dari seluruh populasi, sehingga kita menggunakan sampel yang lebih kecil dan mencoba menarik kesimpulan dari sana.
Statistika inferensial sangat bergantung pada teori probabilitas untuk membuat estimasi. Ada dua jenis estimasi yang umum digunakan:
Uji hipotesis adalah metode lain dalam statistika inferensial yang digunakan untuk menguji pernyataan atau asumsi tentang parameter populasi. Proses ini melibatkan dua hipotesis:
Uji hipotesis membantu membuat keputusan berdasarkan data sampel. Contoh praktis dari uji hipotesis adalah pengujian efektivitas suatu obat dalam studi klinis, di mana peneliti menguji apakah obat tersebut memberikan efek signifikan atau tidak dibandingkan dengan plasebo.
Regresi dan korelasi adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua atau lebih variabel. Korelasi mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel, sementara regresi mencoba untuk memodelkan hubungan tersebut dan membuat prediksi.
Sebagai contoh, dalam bisnis, regresi linier dapat digunakan untuk memprediksi penjualan berdasarkan anggaran pemasaran. Korelasi membantu menentukan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara anggaran dan penjualan.
Statistika deskriptif dan inferensial memiliki aplikasi luas dalam banyak bidang, termasuk:
Baik statistika deskriptif maupun statistika inferensial memiliki peran penting dalam analisis data. Statistika deskriptif memberikan cara untuk merangkum dan memvisualisasikan data dengan cara yang mudah dipahami, sedangkan statistika inferensial memungkinkan kita untuk membuat generalisasi dan kesimpulan berdasarkan sampel data. Keduanya diperlukan dalam penelitian dan pengambilan keputusan di berbagai bidang.
sumber : McClave, J. T., & Sincich, T. (2017). Statistics. Pearson.