Algoritma Euklides adalah salah satu algoritma paling kuno dalam matematika yang digunakan untuk menghitung GCD (Greatest Common Divisor), atau FPB (Faktor Persekutuan Terbesar), dari dua bilangan bulat. GCD adalah bilangan terbesar yang dapat membagi kedua bilangan tanpa menyisakan sisa. Algoritma ini dinamakan sesuai dengan matematikawan Yunani kuno, Euclid, yang memperkenalkannya dalam bukunya Elements sekitar abad ke-3 SM.
Selain dikenal karena kesederhanaannya, algoritma ini sangat efisien dan masih digunakan dalam berbagai aplikasi modern seperti kriptografi dan komputasi. Artikel ini akan membahas pengertian GCD, penjelasan langkah-langkah Algoritma Euklides, dan aplikasinya dalam konteks modern.
GCD dari dua bilangan bulat aaa dan bbb adalah bilangan bulat terbesar yang dapat membagi kedua bilangan tersebut tanpa meninggalkan sisa. Misalnya, GCD dari 48 dan 18 adalah 6, karena 6 adalah bilangan terbesar yang membagi 48 dan 18.
Secara formal, jika aaa dan bbb adalah dua bilangan bulat positif, maka GCD(a,b)\text{GCD}(a, b)GCD(a,b) adalah bilangan bulat terbesar ddd sedemikian rupa sehingga:d∣adand∣bd \mid a \quad \text{dan} \quad d \mid bd∣adand∣b
Artinya, ddd membagi aaa dan bbb tanpa sisa.
Algoritma Euklides bekerja dengan menggunakan sifat dasar GCD: jika aaa dan bbb adalah dua bilangan bulat, maka GCD(a,b)=GCD(b,r)\text{GCD}(a, b) = \text{GCD}(b, r)GCD(a,b)=GCD(b,r), di mana rrr adalah sisa pembagian aaa oleh bbb. Dengan menggunakan sifat ini, algoritma terus mengurangi bilangan sampai salah satu dari bilangan tersebut menjadi nol, dan GCD-nya adalah bilangan lain yang tersisa.
Mari kita hitung GCD dari 48 dan 18 menggunakan Algoritma Euklides:
Algoritma ini membutuhkan hanya beberapa langkah sederhana untuk menemukan GCD, bahkan untuk bilangan yang relatif besar. Keefisienannya yang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa algoritma ini tetap digunakan hingga hari ini.
Ada juga Algoritma Euklides Terbagi (Extended Euclidean Algorithm) yang tidak hanya menemukan GCD dari dua bilangan tetapi juga menghasilkan kombinasi linier dari dua bilangan tersebut. Artinya, algoritma ini memberikan solusi untuk persamaan:GCD(a,b)=ax+by\text{GCD}(a, b) = ax + byGCD(a,b)=ax+by
Di mana xxx dan yyy adalah koefisien bilangan bulat yang memenuhi persamaan di atas. Algoritma ini berguna dalam teori bilangan dan kriptografi, terutama dalam algoritma seperti RSA yang bergantung pada sifat GCD dan invers modular.
Meskipun ditemukan lebih dari dua milenium yang lalu, Algoritma Euklides tetap relevan dan digunakan dalam berbagai aplikasi modern, terutama di bidang kriptografi, teori bilangan, dan komputasi. Beberapa contoh aplikasinya antara lain:
Algoritma Euklides adalah metode sederhana namun sangat efektif untuk menghitung GCD atau FPB dari dua bilangan bulat. Meskipun sangat kuno, algoritma ini terus digunakan hingga hari ini dalam berbagai aplikasi modern, terutama dalam kriptografi dan teori bilangan. Fleksibilitas dan efisiensinya menjadikannya salah satu algoritma terpenting dalam matematika dan komputasi.
sumber : Hardy, G. H., & Wright, E. M. (2008). An Introduction to the Theory of Numbers. Oxford University Press.